Pijat sering dianggap sebagai aktivitas relaksasi biasa, tetapi dalam perspektif neuropsikologi, sentuhan adalah stimulus sensorik yang memiliki dampak langsung pada sistem saraf pusat. Pada lansia, yang sering mengalami penurunan regulasi emosi dan gangguan tidur, pijat dapat menjadi intervensi non-farmakologis yang efektif untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis dan fisiologis (Fadillah, 2022; Schiff, 2006). Saat kulit menerima tekanan lembut, reseptor mekanik mengirim sinyal ke otak melalui jalur somatosensorik dan memengaruhi sistem limbik yang berperan dalam emosi. Studi neurofisiologis menunjukkan bahwa pijat dapat meningkatkan aktivitas gelombang alfa di otak—yang berkaitan dengan kondisi relaksasi—serta meningkatkan perasaan nyaman dan tenang pada lansia (Nakano et al., 2019).
Regulasi Emosi: Menurunkan Kecemasan dan Stres
Lansia sering menghadapi perubahan sosial dan kehilangan peran yang meningkatkan risiko kecemasan dan stres. Pijat bekerja dengan mengaktifkan sistem saraf parasimpatis, yang menurunkan respons “fight-or-flight” dan meningkatkan kondisi “rest-and-digest.” Efek ini berkontribusi pada penurunan kecemasan, peningkatan mood, dan perasaan rileks secara keseluruhan (Kim et al., 2021; Nakano et al., 2019).
Pijat dan Kualitas Tidur Lansia
Gangguan tidur seperti insomnia merupakan masalah umum pada lansia. Penelitian menunjukkan bahwa pijat punggung dan teknik sentuhan ritmis dapat meningkatkan kualitas tidur, memperpanjang durasi tidur, dan mengurangi insomnia secara signifikan (Indrayani & Liuri, 2020; Fadillah, 2022).
Selain itu, studi literatur menunjukkan bahwa pijat menjadi alternatif non-obat yang efektif dibandingkan penggunaan sedatif, karena mampu meningkatkan relaksasi tanpa efek samping (Schiff, 2006). Dalam neuropsikologi, pijat termasuk dalam pendekatan bottom-up regulation, yaitu perubahan kondisi tubuh yang kemudian memengaruhi kondisi mental. Ketika tubuh menjadi rileks melalui pijat, otak menerima sinyal bahwa lingkungan aman, sehingga menurunkan hiperaktivasi saraf yang sering menjadi penyebab insomnia dan kecemasan (Fang et al., 2023).
Gerakan Pijat Sederhana di Rumah

1. Pijat Tangan (Hand Massage)
Manfaat: relaksasi cepat, menurunkan kecemasan
Langkah:
Pegang tangan dengan lembut
Tekan telapak tangan dengan ibu jari (gerakan melingkar)
Pijat tiap jari dari pangkal ke ujung
Durasi: 5–10 menit
Dasar ilmiah: meningkatkan relaksasi dan aktivitas otak yang berhubungan dengan emosi positif (Nakano et al., 2019).
2. Pijat Punggung (Back Massage)
Manfaat: meningkatkan kualitas tidur
Langkah:
Gunakan minyak/lotion
Usap dari bawah ke atas secara perlahan
Tambahkan gerakan melingkar di bahu
Durasi: 10–15 menit sebelum tidur
Dasar ilmiah: terbukti menurunkan insomnia dan meningkatkan kualitas tidur lansia (Indrayani & Liuri, 2020).
3. Pijat Bahu dan Leher
Manfaat: mengurangi stres emosional
Langkah:
Tekan lembut otot bahu
Lakukan gerakan “kneading” ringan
Usap dari leher ke bahu secara perlahan
Dasar ilmiah: membantu menurunkan ketegangan dan stres fisiologis (Kim et al., 2021).
4. Self-Massage (Pijat Mandiri)
Manfaat: membantu lansia tetap mandiri
Langkah:
Letakkan tangan di dada atau perut
Usap perlahan mengikuti ritme napas
Fokus pada sensasi hangat
Dasar ilmiah: sentuhan tetap memberi efek relaksasi meski dilakukan sendiri (Fang et al., 2023).
Penutup
Pijat bukan sekadar aktivitas relaksasi, melainkan intervensi neuropsikologis yang bekerja melalui jalur biologis dan emosional sekaligus. Dengan memengaruhi aktivitas otak, sistem saraf, dan kualitas tidur, pijat menjadi pendekatan sederhana namun bermakna untuk meningkatkan kesejahteraan lansia, baik secara fisik maupun emosional (Nakano et al., 2019; Indrayani & Liuri, 2020). Untuk layanan pijat yang lengkap dan profesional , kunjungi layanan spa dan terapi pijat di sekitar Anda.
Referensi
Fadillah, F. (2022). The effect of back massage therapy on sleep quality of the elderly. Science Midwifery. https://doi.org/10.35335/midwifery.v9i2.635
Fang, C.-S., Chang, S.-L., Fang, C.-J., & Chou, F.-H. (2023). Effect of massage therapy on sleep quality in critically ill patients: A systematic review and meta-analysis. Journal of Clinical Nursing, 32(15–16), 4362–4373. https://doi.org/10.1111/jocn.16660
Indrayani, T., & Liuri, K. (2020). The influence of back massage on insomnia reduction in elderly. Journal of Global Research in Public Health, 5(2), 91–96. https://doi.org/10.30994/jgrph.v5i2.290
Kim, Y. J., Kim, H. R., Jung, Y. H., Park, Y. H., & Seo, S. W. (2021). Effects of electrical automatic massage on cognition and sleep quality. Yonsei Medical Journal, 62(8), 717–725. https://doi.org/10.3349/ymj.2021.62.8.717
Nakano, H., Kodama, T., Ueda, T., Mori, I., Tani, T., & Murata, S. (2019). Effect of hand and foot massage therapy on psychological factors and EEG activity in elderly people. Brain Sciences, 9(3), 54. https://doi.org/10.3390/brainsci9030054
Schiff, A. (2006). Literature review of back massage and similar techniques to promote sleep in elderly people. Pflege, 19(3), 163–173. https://doi.org/10.1024/1012-5302.19.3.163


